Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Menghidupi Hati

J adi beberapa hari yang lalu aku bertemu lagi dengan seorang teman dekat yang baru saja beberapa minggu lalu resign. Sepenilaianku sih, dia seorang workaholic, lincah, cekatan, cerdas dan gak tau malu. Di pekerjaan, dia selalu menjadi "tumbal" anak-anak dalam hal apapun. Kalau ada masalah dan kita harus lapor atasan, kita gak pernah ribut nuduh-nuduh harus siapa yang bilang karena dipaksa atau tidak pasti harus dia yang pasang badan duluan. Pokoknya dia sangat bisa diandelin dalam urusan gak enak. Wk. Dia baik tapi, jago ngomong juga, humble dan skill dia di kerjaan emang bagus sih dibanding aku dan yang lain. Ah sudah, kucukupkan saja sesi memuji dia , karena dia orangnya kepo parah, dan aku tau suatu saat dia akan membaca ini.  :p Terlepas dari bermanfaatnya dia di lingkungan sosial dan pekerjaan. Aku mau jadikan alasan dia resign sebagai reminder for my self, iya dia resign bukan untuk dia tapi untuk palestine. Loh kenapa? Hubungannya apa? Jadi dia bekerja di salah s...