Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Kepada kamu.

Kepada kamu, aku hanya ingin sekedar berterima kasih atas kebersamaan kita yang akhirnya tidak pernah terjadi. Aku hanya ingin sekedar bersyukur tak memilikimu lebih lama lagi. Terimakasih atas janji pernikahan yang dari tahun lalu sudah kita rencanakan, meskipun akhirnya janji hanya menjadi janji, tidak lebih. Kepada kamu yang dulu sempat mesra dengan perhatian-perhatian kecil setiap pagi, terimakasih atas cincin yang hampir melingkar di jari manis, terimakasih telah mengizinkan aku untuk tidak menahan malu lebih dari ini. Kita pernah salah, dan sama-sama lelah bertahan. Pergilah, jika kau takut belajar lebih memahamiku lagi. Aku pun akan belajar lebih tegar menghadapi semua rasa sakit yang kau ungkit. Terimakasih atas kekecewaan-kekecewaan kecil yang sering. Aku paham jika kau lebih memilih melupakan dibanding harus memulai semua dari awal. Aku sangat mengerti. Sayang keluargaku tidak. Sayangnya, aku pun tak ingin berjuang lebih jika sendiri. Pergilah, meski perpisahan ini m...

Tentang Pria Beranak Perempuan Tiga

Bagaimana perasaanmu jika ada seorang pria yang -tanpa disadari- selama lima jam menceritakan tentang ketiga anak perempuannya. Mulai dari anak pertamanya yang ia hapal betul berapa jumlah lelaki yang pernah dibawanya kerumah. Tentang anak kedua yang terlalu dekat dengan ibunya, yang bahkan diam-diam dia selalu merasa khawatir jika setelah menikah kelak, si pangais bungsu tidak bisa jauh dari ketiak ibunya. Lalu si bungsu, yang si bapak pikir anak paling mandiri karena bisa pergi ke Bandung sendiri di usianya yang masih dini. Bagaimana perasaanmu jika ada seorang pria yang usianya lebih dari setengah abad hapal betul tanggal lahir ketiga anak perempuannya. Bahkan tanpa diminta pun dia akan memberitahumu hari, tanggal, bulan dan tahun dalam masehi dan hijriah ketiga anak perempuannya. Lalu dia akan bercerita di jam berapa anaknya melihat dunia, bahkan tentang filosofi dari nama anak perempuannya. Bagaimana perasaanmu jika selama percakapan, kamu merasa bahagia sekaligus sedih. Lal...

Nggak Curhat yang Curhat

Hujan?! Yeaaay, this time for  menye-menye   thing! Ini adalah hujan yang tabah terakhir dibulan Juni 2016. Kenapa? Karena hari ini adalah hari terakhir di bulan Juni. Yeeeay?! *krik Rada nggak rela melepas bulan kelahiran, rasanya pengen teruus bulan Juni, kalau bisa terus aja tanggal 19 biar teruus juga dapet banyak do'a (dan kado :p) Malem ini bisa dijadiin MeTime juga, soalnya ini malam tenang dibulan puasa, setelah huru-hara sama kerjaan dan tugas UAS yang naudzubillah  njelimet.  Kegiatan sehari-hari pas shift pagi tuh cuman,  Sahur Berangkat kerja, pulang sore Buka puasa Selesai terawih, tiduran lalu tidur sampe sahur. Sahur (lagi dan begitulah selama satu minggu). Lalu kalau shift siang cuman bisa, Sahur Tidur (lagi hingga waktu yang tidak ditentukan) Beres-beres laporan, kamar, cucian, beresin apapun (tapi selalu lupa buat beresin hidup yang berantakan) Berangkat kerja Pulang kerja yang bahkan di tiap weekend harus selalu sampe kosta...

12 Pm

Aku tidak suka jika angka sudah menunjukan pukul 12.00 pm. Yah, dini hari. Tengah malam. Tepat. Aku selalu merasa ada yang aneh dengan diriku. Begini, aku nggak pernah bisa tidur sebelum jam 12 malem, rasanya beberapa tahun kebelakang  hampir gak pernah tidur sebelum jam 12 malam. Iya, setelah negara api menyerang memang rada susah buat ngontrol waktu. Jadi kegiatan aku tiap malam tuh nunggu jam 12 malam buat tidur dengan cara tidur-tiduran. Nah loh?! Padahal bisa aja kan langsung aja tidur. Tapi nggak bisa. Kebiasaan mungkin. Ada satu lagi yang aneh. Duh. Nah, setelah jam 12 itu selalu ada dua kemungkinan; sleeping or crying. Nahloh?! Kek sia-sia banget gitu yaa, waktu diabisin cuman buat gitu doang. Cuman yaa, gimana, ngubah kebiasaan tuh tak semudah  naheur   cai.  Believe me... Aku pernah baca di salah satu buku yang aku lupa judulnya, sebut saja Mawar *eh?! Kira-kira bunyinya kek gini, "saat kita menangis karena ditinggalkan seseorang, sebenarnya kita h...