Langsung ke konten utama

Postingan

Nak, Ini Bapak!

Nak, ini bapak! Bapak adalah orang pertama yang berbicara padamu lewat kumandang adzan yang bapak lantunkan di telingamu subuh itu. Kamu mendengarkannya dengan tenang. Bapak dan Bibu berharap kelak pun kau tidak mengabaikan panggilan sholat itu. Nak, bapak adalah orang yang paling sabar yang pernah bibu temui. Bapak harus berjuang menahan rindu untuk bertemu denganmu sewaktu kamu masih di perut bibu, bahkan sembilan bulan setelah kamu terlahir. Seminggu sekali bapak harus bolak-balik Bogor-Sukabumi untuk bertemu denganmu, anak kebanggaan kami. Nak, jangan buat bapak marah, ya! Karena bapak tidak bisa marah. Tapi jika terlanjur kamu buat bapak marah, segera minta maaf sembari buatkan kopi hitam kesukaan bapak. Berbicaralah berdua di teras belakang, sembari menyesapi aroma kopi masing-masing dan berbicara dari hati ke hati. Nak, jika bapak selalu bilang kamu harus selalu nurut sama bibu, maka bibu cuman ingin kamu nurut sama bapak. karena segala nasehat bapak adalah pegangan hidup untuk ...
Postingan terbaru

Ngide si tukang ngode!

    Nak, hari ini kamu demam. Tepatnya demamnya dimulai sejak kemarin sore sepulang kamu bermain hingga hampir magrib. Pagi tadi kamu kelihatan lemes, nggak mau main, nggak mau makan, pengennya rebahan, dipeluk, tapi alhamdulillah lebih anteng setelah nonton Upin dan Ipin. Siangnya kamu mulai rewel karena menolak tidur siang, juga setelah sore kamu lebih rewel karena pengen main keluar buat main sepedahan. Ada dua hal yang Bibu rasain saat itu, pertama kesel karena kamu nggak mau tidur siang dan pengen keluar rumah terus padahal kamu lagi demam, dan yang kedua, Bibu merasa lega karena jika kamul udah mau sepedaan itu artinya kamu udah mulai sehat dan semangat main lagi.     Malam harinya sebelum tidur, setelah melakukan ritual sikat gigi dan dongeng sebelum tidur, kamu minta Bibu peluk Habil, tapi karena Bibu pake si stitch buat dijadiin bantal, kamu marah dan mukul Bibu. Kamu mukul tepat di mata kanan Bibu, Bibu kesakitan dan marah sama kamu, nak. Bibu balik badan d...

Habil Ngompol!

Kemarin, dua hari berturut-turut Habil terus-terusan ngompol. Bangun tidur, siang, sore terus aja nahan pipis sampe ngompol. Memang bukan tipe ngompol yang jibrug sampe berceceran di lantai, cuman ada beberapa tetes di celana dalam, tapi tetep aja itu bikin jijik, bikin kesel.  Dua hari berturut-turut juga akhirnya Bibu cuci selimut, sprei, jemur kasur, ngepel dan cuci-cuci yang lain sendirian, sampe Bibu ngomel terus peringatin Habil biar gak ngompol. Beberapa menit sekali, ngajak Habil pipis ke kamar mandi, padahal Habil lagi gak mau pipis. Terus-terusan bilang, Habil jangan ngompol lagi ya nanti malam, awas kalau ngompol. Sampe malem harinya, Habil gak bisa tidur, Bibu juga deg-degan takut banget Habil ngompol. Ditanya kenapa Habil gak tidur, dijawab gak apa-apa tapi Habil terus-terusan minta dianter ke kamar mandi buat pipis, sampe di kamar mandi ternyata gak pipis. Begitu terus sampe beberapa kali. Akhirnya Bibu sadar, Habil juga mungkin takut, Habil takut ngompol lagi karena ...

Permintaan Maaf di Masa Depan

Nak.     Jika belasan tahun atau bahkan puluhan tahun lagi kamu membaca ini, dan kamu sedang marah dan benci padaku, ibumu.            Nak, setiap malam sebelum tidur kamu selalu menatap langit-langit kamar cukup lama, dalam termenungmu kadang kita menceritakan banyak hal. Biasanya bibu akan menanyakan lagi apa saja yang kamu makan, kemana kamu pergi, bermain apa dan dengan siapa. Lalu kamu pun akan menceritakan berulang-ulang hal yang sebenarnya sudah bibu tahu jawabannya karena 24/7 kamu selalu berada di dekat bibu.      Setiap selesai kamu bercerita bibu selalu meminta maaf kepadamu, atas perlakuanku padamu pada hari itu yang kadang di luar kendaliku, maka malam sebelum tidur adalah waktu yang bibu rasa tepat untuk meminta maaf kepadamu. Salah ataupun tidak salah yang bibu lakukan, setiap malam bibu akan selalu meminta maaf kepadamu. Bukan karena bibu ingin merendahkan diri di depan kamu dengan selalu minta maaf, tapi h...

Pada tanggal 19

19 Juni 2014 Terserahlah aku menyebutnya apa Aku pikir hanya bertambahnya angka pada lilin merah yang menyala di ruang tengah Lebih dari itu, entahlah artinya apa. Sedetik kemudian, lalu kita saling meracau Menyisir segala yang kacau Bercerita dari putih ke biru menuju ungu Berkisah tentang pori-porimu dan rambut yang tumbuh di kakimu Kita terbahak Menertawai derita yang sama. Ah, lucu! Kita begadang semalaman Menikmati secangkir kopi dan tart yang berantakan Lalu kau menyalakan lagi di angka dua dan kosong Api menari-nari mengikuti nyanyian kita; "Happy birthday to you, happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you." Sumbang mengambang di udara Lilin lirih memendek terlahap usia Sedang api masih menari kesetanan. Satu persatu kita layangkan harap pada Tuhan. Semoga Dia melahap segala harap dan lelap. Hilangkan kesedihan. Tambahkan kebaikan. Menutup hari ini dengan sebuah kenangan dan tiupan pada lilin berangka dua dan kosong. Sinarnya mati, Men...

REVIEW BUKU: The Sign

Judul: The Sign Penulis: Hana Aina Penerbit: Cerita Kata Tebal Buku: 216 Halaman Tahun Terbit: Cetakan Pertama, November 2022 ISBN: 978-623-7977-43-8 The sign. Ini adalah buku sci-fi pertama yang aku baca sampai tuntas. Sebenarnya beberapa buku dari genre yang sama sudah sering aku baca, tapi karena buku dengan genre Sci-fi itu biasanya menggunakan nama-nama dan istilah-istilah yang sulit diingat, jadi buat aku yang memiliki kemampuan mengingat yang pendek genre sci-fi dirasa kurang cocok untukku. baru baca beberapa halaman tiba-tiba lupa nama tempat dan orangnya, baca lagi dari awal gitu aja terus sampai malesnya. Kembali ke The Sign. Pertama aku melihat covernya aku sudah jatuh cinta duluan sih. sesuai dengan cerita bukunya, covernya cantik dan simple tapi merangkum keseluruhan cerita. hanya gambar awan dan sebuah planet, tetapi dengan awan yang berwarna jingga kemerahan juga sebuah planet yang berwarna kuning dengan background langit yang gelap, itu seperti menceritakan keadaan p...

Jika Bibu sakit

Hari ini Bibu sakit. Habil berulangkali memegangi kening Bibu sambil bilang, "Bibu panas. Bibu cepet sembuh, ya!" Lalu memeluk dan mencium kening Bibu. 5 menit kemudian Habil melakukan hal yang sama. Berulang. ____________________________________ Nak, jika belasan atau bahkan puluhan tahun yang akan datang Bibu sakit lagi, bahkan jika sesederhana Bibu merasa linu di kedua kaki, Habil lakukan hal yang sama lagi, ya. Bahkan sesederhana pelukan dan ciuman di kening. Karena kamu sesungguhnya penawar dari segala rasa sakit. Bibu. 25 Desember 2022