Nak, ini bapak! Bapak adalah orang pertama yang berbicara padamu lewat kumandang adzan yang bapak lantunkan di telingamu subuh itu. Kamu mendengarkannya dengan tenang. Bapak dan Bibu berharap kelak pun kau tidak mengabaikan panggilan sholat itu. Nak, bapak adalah orang yang paling sabar yang pernah bibu temui. Bapak harus berjuang menahan rindu untuk bertemu denganmu sewaktu kamu masih di perut bibu, bahkan sembilan bulan setelah kamu terlahir. Seminggu sekali bapak harus bolak-balik Bogor-Sukabumi untuk bertemu denganmu, anak kebanggaan kami. Nak, jangan buat bapak marah, ya! Karena bapak tidak bisa marah. Tapi jika terlanjur kamu buat bapak marah, segera minta maaf sembari buatkan kopi hitam kesukaan bapak. Berbicaralah berdua di teras belakang, sembari menyesapi aroma kopi masing-masing dan berbicara dari hati ke hati. Nak, jika bapak selalu bilang kamu harus selalu nurut sama bibu, maka bibu cuman ingin kamu nurut sama bapak. karena segala nasehat bapak adalah pegangan hidup untuk ...
Nak, hari ini kamu demam. Tepatnya demamnya dimulai sejak kemarin sore sepulang kamu bermain hingga hampir magrib. Pagi tadi kamu kelihatan lemes, nggak mau main, nggak mau makan, pengennya rebahan, dipeluk, tapi alhamdulillah lebih anteng setelah nonton Upin dan Ipin. Siangnya kamu mulai rewel karena menolak tidur siang, juga setelah sore kamu lebih rewel karena pengen main keluar buat main sepedahan. Ada dua hal yang Bibu rasain saat itu, pertama kesel karena kamu nggak mau tidur siang dan pengen keluar rumah terus padahal kamu lagi demam, dan yang kedua, Bibu merasa lega karena jika kamul udah mau sepedaan itu artinya kamu udah mulai sehat dan semangat main lagi. Malam harinya sebelum tidur, setelah melakukan ritual sikat gigi dan dongeng sebelum tidur, kamu minta Bibu peluk Habil, tapi karena Bibu pake si stitch buat dijadiin bantal, kamu marah dan mukul Bibu. Kamu mukul tepat di mata kanan Bibu, Bibu kesakitan dan marah sama kamu, nak. Bibu balik badan d...