Nak.
Jika belasan tahun atau bahkan puluhan tahun lagi kamu membaca ini, dan kamu sedang marah dan benci padaku, ibumu.
Nak, setiap malam sebelum tidur kamu selalu menatap langit-langit kamar cukup lama, dalam termenungmu kadang kita menceritakan banyak hal. Biasanya bibu akan menanyakan lagi apa saja yang kamu makan, kemana kamu pergi, bermain apa dan dengan siapa. Lalu kamu pun akan menceritakan berulang-ulang hal yang sebenarnya sudah bibu tahu jawabannya karena 24/7 kamu selalu berada di dekat bibu.
Setiap selesai kamu bercerita bibu selalu meminta maaf kepadamu, atas perlakuanku padamu pada hari itu yang kadang di luar kendaliku, maka malam sebelum tidur adalah waktu yang bibu rasa tepat untuk meminta maaf kepadamu. Salah ataupun tidak salah yang bibu lakukan, setiap malam bibu akan selalu meminta maaf kepadamu. Bukan karena bibu ingin merendahkan diri di depan kamu dengan selalu minta maaf, tapi hanya semata-mata agar kita sama-sama belajar tentang memaafkan dan mengikhlaskan. Pun karena bibu selalu merasa apapun tindakanmu yang baik ataupun yang buruk adalah murni karena kesalahan bibu dalam mendidik kamu. Dan, Nak, Bibu tidak tahu sampai kapan kebiasaan ini akan berhenti.
Nak.
Jika belasan tahun atau bahkan puluhan tahun lagi kamu membaca ini, dan kamu sedang marah dan benci padaku, ibumu.
Jika mungkin kebiasaan meminta maaf kita sebelum tidur sudah berhenti di waktu yang entah, atau mungkin bibu dan kamu sudah sama-sama merasa malu untuk saling meminta maaf bahkan jika hanya sekedar bertanya apa saja yang kamu makan hari ini, kemana saja kamu pergi hari ini, bermain apa dan dengan siapa.
Bibu ingin meminta maaf atas apa yang terjadi kepada kita sekarang, dibelasan bahkan puluhan tahun yang akan datang.
Maaf jika kamu merasa sendirian sekarang, maaf jika mungkin tadi siang bibu membentakmu, maaf jika reaksi bibu terhadapmu selalu berlebihan, maaf jika yang terjadi padamu sekarang adalah karena perlakuan bibu terhadapmu dulu. Bahkan maaf jika saat kamu membaca ini mungkin bibu sudah tidak ada.
Komentar
Posting Komentar