Bagaimana perasaanmu jika ada seorang pria yang -tanpa disadari- selama lima jam menceritakan tentang ketiga anak perempuannya.
Mulai dari anak pertamanya yang ia hapal betul berapa jumlah lelaki yang pernah dibawanya kerumah.
Tentang anak kedua yang terlalu dekat dengan ibunya, yang bahkan diam-diam dia selalu merasa khawatir jika setelah menikah kelak, si pangais bungsu tidak bisa jauh dari ketiak ibunya.
Lalu si bungsu, yang si bapak pikir anak paling mandiri karena bisa pergi ke Bandung sendiri di usianya yang masih dini.
Bagaimana perasaanmu jika ada seorang pria yang usianya lebih dari setengah abad hapal betul tanggal lahir ketiga anak perempuannya. Bahkan tanpa diminta pun dia akan memberitahumu hari, tanggal, bulan dan tahun dalam masehi dan hijriah ketiga anak perempuannya. Lalu dia akan bercerita di jam berapa anaknya melihat dunia, bahkan tentang filosofi dari nama anak perempuannya.
Bagaimana perasaanmu jika selama percakapan, kamu merasa bahagia sekaligus sedih. Lalu kadang kamu tertawa mendengar kisahnya yang lucu dan jujur, tapi kamu pun harus sembunyi-sembunyi mengusap air matamu karena tidak akan pernah ada yang mengisahkan hidupmu seperti pria beranak tiga perempuan itu.
Lalu...
Bagaimana perasaanmu jika ternyata pria beranak tiga itu adalah pria yang kau kagumi dari dulu karena caranya mengeja hidup, yang kau pelajari dari caranya mengasuh keluarga kecilnya hingga anaknya menjadi "besar" seperti sekarang.
Tapi,
Bagaimana perasaanmu jika tiba-tiba saja dia memberikan nasihat kepadamu serupa dengan nasihat-nasihatnya kepada ketiga anak perempuannya. Seperti bapak kepada anak. Nasihat yang kau rindui selama 19 tahun terakhir. Bahkan kau sering tak bisa tidur karena merasa haus dengan nasihat-nasihat seperti ini.
Jadi, bagaimana perasaanmu jika?!
Mulai dari anak pertamanya yang ia hapal betul berapa jumlah lelaki yang pernah dibawanya kerumah.
Tentang anak kedua yang terlalu dekat dengan ibunya, yang bahkan diam-diam dia selalu merasa khawatir jika setelah menikah kelak, si pangais bungsu tidak bisa jauh dari ketiak ibunya.
Lalu si bungsu, yang si bapak pikir anak paling mandiri karena bisa pergi ke Bandung sendiri di usianya yang masih dini.
Bagaimana perasaanmu jika ternyata pria beranak tiga itu adalah pria yang kau kagumi dari dulu karena caranya mengeja hidup, yang kau pelajari dari caranya mengasuh keluarga kecilnya hingga anaknya menjadi "besar" seperti sekarang.
Bagaimana perasaanmu jika tiba-tiba saja dia memberikan nasihat kepadamu serupa dengan nasihat-nasihatnya kepada ketiga anak perempuannya. Seperti bapak kepada anak. Nasihat yang kau rindui selama 19 tahun terakhir. Bahkan kau sering tak bisa tidur karena merasa haus dengan nasihat-nasihat seperti ini.
Komentar
Posting Komentar