Langsung ke konten utama

Bunuh Diri?

Beberapa hari terakhir ini kembali ditemukan seorang pria tewas gantung diri. Yap, kembali. Kamu tahu artinya itu? Masalah ini bukan yang pertama kalinya terjadi, bahkan di kota "sekecil" Sukabumi. Setahuku ini kasus ketiga yang terjadi di tahun ini dalam ruang lingkup kecil, hanya sebatas Nyalindung-Sukabumi yang perjalanannya saja cuman satu jam, tapi dalam waktu satu tahun sependek perjalanan itu, udah ada tiga orang lelaki yang gantung diri. Itu kasus yang gantung diri aja loh, belum ditambah kasus bunuh diri dengan cara lain. Bahkan di satu kasus, seorang yang bunuh diri itu, sebelum dia bunuh diri, dia bunuh dulu anaknya yang masih kecil setelah anaknya meninggal lalu dia yang gantung diri. Wah, horor sih ini.

Jadi, apa penyebab mereka bunuh diri?
Sebenarnya karena lokasi mereka nggak jauh dari rumah, tanpa membaca artikel dari mana pun pasti lebih banyak selentingan sana sini sih, dan aku selalu malas kalau ngobrol mengenai topik yang lagi panas. Tunggu dingin dulu kali ya, kalau topik itu udah basi baru aku komporin biar panas lagi. Bahaha. No. Kayaknya nggak sejahat itu sih, males aja kalau ngobrolin aib orang tapi inti dari obrolan itu malah menjudge satu pihak, bukannya bantu cariin jalan keluar. Kasian aja itu orang udah mah meninggal, tapi masih aja harus dicaci maki netijen. Ckck!
Kebanyakan mereka menanggapi kasus ini tuh, kayak langsung menjudge soal agama, "imannya lemah sih. Baru kena cobaan dikit aja langsung bunuh diri." Ya emang kamu ngejudge orang gitu bukan pertanda iman kamu lemah juga?! Lagian, definisi "cobaan dikit" bagi orang-orang itu apa sih? Memangnya ada standar cobaan di dunia ini sampe ada kategori-kategorinya gitu, ini cobaan dikit, ini cobaan agak banyak, ini cobaan terlalu banyak, gitu?! Self defense setiap orang kan beda-beda. Barang kali yang kamu pikir kehilangan uang 50.000 adalah "cobaan dikit", sedangkan bagi orang lain kehilangan uang segitu tuh udah masuk kategori cobaan terlalu banyak, banyak banget #like me.
Anyway, bukan berarti aku mendukung sekali orang-orang putus asa itu sih. Firman Allah juga udah jelas banget

وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا * وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيرًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa: 29-30).

Well, see! Allah itu maha penyayang banget. Kalaupun kamu ngerasa gak ada orang yang sayang sama kamu sampe bikin kamu kepikiran bunuh diri, kan Allah tetep sayang. Kasih sayang manusia itu gak lebih besar dari kasih sayang Allah kok.

Jadi apa yang salah?! Kenapa orang-orang lebih judgemental dibanding ikut aware sama masalah yang dihadapi pelaku bunuh diri tersebut. Padahal kalau misalnya dari awal kita lebih care sama orang, gak ignore-an sama masalah orang itu, mungkin gak bakal ada kejadian bunuh diri yang berulang. Peduli dengan masalah orang kan bukan berarti kita kepo dan sok tau, it's a different thing. Kalau kita tahu masalahnya, mungkin bisa kita bantu memberikan solusi atau seenggaknya menasihati biar mereka gak jadi bunuh diri kan. Who knows?.

Jadi berapa orang yang sudah kamu selamatkan dengan cara hanya dengan mendengarkan mereka saja?! Kita tidak tahu hal kecil yang kita lakukan akan berpengaruh besar bagi orang-orang kan?!

Komentar

  1. Mungkin mereka lelah dengan liku hidup yang panjang..

    BalasHapus
  2. Lelah mah bisa istirahat dulu, bang. Selonjoran dulu, ngopi dulu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permintaan Maaf di Masa Depan

Nak.     Jika belasan tahun atau bahkan puluhan tahun lagi kamu membaca ini, dan kamu sedang marah dan benci padaku, ibumu.            Nak, setiap malam sebelum tidur kamu selalu menatap langit-langit kamar cukup lama, dalam termenungmu kadang kita menceritakan banyak hal. Biasanya bibu akan menanyakan lagi apa saja yang kamu makan, kemana kamu pergi, bermain apa dan dengan siapa. Lalu kamu pun akan menceritakan berulang-ulang hal yang sebenarnya sudah bibu tahu jawabannya karena 24/7 kamu selalu berada di dekat bibu.      Setiap selesai kamu bercerita bibu selalu meminta maaf kepadamu, atas perlakuanku padamu pada hari itu yang kadang di luar kendaliku, maka malam sebelum tidur adalah waktu yang bibu rasa tepat untuk meminta maaf kepadamu. Salah ataupun tidak salah yang bibu lakukan, setiap malam bibu akan selalu meminta maaf kepadamu. Bukan karena bibu ingin merendahkan diri di depan kamu dengan selalu minta maaf, tapi h...

Habil Ngompol!

Kemarin, dua hari berturut-turut Habil terus-terusan ngompol. Bangun tidur, siang, sore terus aja nahan pipis sampe ngompol. Memang bukan tipe ngompol yang jibrug sampe berceceran di lantai, cuman ada beberapa tetes di celana dalam, tapi tetep aja itu bikin jijik, bikin kesel.  Dua hari berturut-turut juga akhirnya Bibu cuci selimut, sprei, jemur kasur, ngepel dan cuci-cuci yang lain sendirian, sampe Bibu ngomel terus peringatin Habil biar gak ngompol. Beberapa menit sekali, ngajak Habil pipis ke kamar mandi, padahal Habil lagi gak mau pipis. Terus-terusan bilang, Habil jangan ngompol lagi ya nanti malam, awas kalau ngompol. Sampe malem harinya, Habil gak bisa tidur, Bibu juga deg-degan takut banget Habil ngompol. Ditanya kenapa Habil gak tidur, dijawab gak apa-apa tapi Habil terus-terusan minta dianter ke kamar mandi buat pipis, sampe di kamar mandi ternyata gak pipis. Begitu terus sampe beberapa kali. Akhirnya Bibu sadar, Habil juga mungkin takut, Habil takut ngompol lagi karena ...

Entah Kali ke Berapa

Lalu bagaimana, jika aku merasa tak mengenali diriku sendiri setelah mengalami perubahan yang selama ini aku ingini?! Lalu bagaimana, setelah aku menginginkan perubahan namun justru aku merindukan diriku yang dulu?! Lalu bagaimana, setelah meng-amini doa-doa yang pernah terpanjat aku justru menyesalinya?! Lalu, bagaimana?!