Nak, jika kamu membaca ini belasan atau puluhan tahun yang akan datang, dan kamu sedang merasa sedih, sendiri, putus asa dan berbagai perih lain, dengarlah;
Hari ini, hari saat kamu terlahir ke dunia. Ibu begitu haru menghadapi perasaan yang tabu; perasaan ingin segera bertemu denganmu dari dulu, bahagia namun takut. Semua orang di rumah panik, semua bersiap, semua cemas, semua berdoa.
Hari ini, hari saat kamu terlahir ke dunia. Bapakmu menggenggam tangan Ibu lebih erat dari biasanya, berkali-kali ibu melihat bapakmu tertunduk melafalkan do'a-do'a agar Allah mempermudah pertemuan kita.
Nak, jika kamu sedang bersedih hari ini. Ingatlah, hari ini hari saat kamu terlahir ke dunia, semua orang mendoakan untuk keselamatanmu, kebahagiaanmu, kemudahan atas rezekimu dan segala urusanmu. Ibu, bapak, keluarga ibu, keluarga bapak, teman ibu, teman bapak, tetangga, semua orang berbahagia atas keberadaanmu.
Jadi nak, jangan sedih jika kamu hanya dikecewakan satu orang, karena puluhan orang lain berbahagia karena kamu ada.
Nak, terimakasih sudah menjadi anak yang sangat baik. Kamu hadir tepat di waktu ibu menginginkanmu. Terimakasih sudah sangat baik tidak membuat ibu sakit; mual muntah, ngidam, rambut rontok semua hanya mitos untuk ibu. Kamu sebaik itu.
Maka, nak, berbahagialah hari ini. Ada ibu dan bapak yang selalu bersyukur karena kamu ada.
__
Teruntuk putra kami,
Achmad Habil Nirankara (Kamis, 07 Mei 2020)
Tb: 49 cm
Bb: 3,3 kg
Jam: 05.10 wib
Regards♥
Ibu dan bapak.
Komentar
Posting Komentar