19 Juni 2014
Terserahlah aku menyebutnya apa
Aku pikir hanya bertambahnya angka pada lilin merah yang menyala di ruang tengah
Lebih dari itu, entahlah artinya apa.
Sedetik kemudian, lalu kita saling meracau
Menyisir segala yang kacau
Bercerita dari putih ke biru menuju ungu
Berkisah tentang pori-porimu dan rambut yang tumbuh di kakimu
Kita terbahak
Menertawai derita yang sama.
Ah, lucu!
Kita begadang semalaman
Menikmati secangkir kopi dan tart yang berantakan
Lalu kau menyalakan lagi di angka dua dan kosong
Api menari-nari mengikuti nyanyian kita;
"Happy birthday to you, happy birthday to you.
Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you."
Sumbang mengambang di udara
Lilin lirih memendek terlahap usia
Sedang api masih menari kesetanan.
Satu persatu kita layangkan harap pada Tuhan.
Semoga Dia melahap segala harap dan lelap.
Hilangkan kesedihan.
Tambahkan kebaikan.
Menutup hari ini dengan sebuah kenangan dan tiupan pada lilin berangka dua dan kosong.
Sinarnya mati,
Menutup usia 19 di tanggal sembilan belas :)
Barokallahu...
Komentar
Posting Komentar